
Untuk kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya mengunjungi sebuah kapal yang mengadakan exhibisi dan menjual buku yang kebetulan menurunkan jangkarnya di negara saya bekerja saat ini, yaitu di Bahrain. Kapal ini menjelajah ke lebih dari 100 negara semenjak tahun 1977 dan pernah berlabuh di Sunda Kelapa, Indonesia pada tahun 1995 (Mohon maaf kalau salah)
Doulos nama kapal ini. Yang unik dari kapal ini adalah kapal ini mulai diluncurkan hanya terpaut 2 tahun lebih muda dari kapak Titanic yang terkenal itu yaitu tahun 1914, jadi termasuk kapal tertua yang masih beroperasi dengan baik saat ini.
Buku yang dijual di dalam kapal ini ada lebih dari 4000 judul. Tapi jangan membayangkan kalau seluruh kapal digunakan sebagai toko terapung, ini pula sebenarnya yang membuat saya kecewa, karena bagian untuk menjual buku hanyalah dibagian dek atas dan hanya dibagian belakang kapal saja, jadi tidak sebesar yang saya bayangkan sebelumnya. Jenis buku yang dijualpun janganlah berharap seperti yang anda temui di toko buku, karena tempat yang terbatas mungkin. Jenis buku yang dijual ada kamus, buku anak-anak penuh warna, buku rohani untuk agama kristen, buku masakan, serta beberapa novel. Untuk buku masakan dan anak-anak cukup banyak variasinya, jadi kalau anda suka masak atau anda ingin membelikan buku-buku berkualitas untuk si buah hati, anda harus mengunjungi kapal ini.
Cerita menarik dari kunjungan saya di kapal ini adalah saat bertemu dengan rekan kita dari Indonesia yang ikut menjadi sukarelawan dalam pelayaran ini. Ada total dua saudari kita yang ikut dalam pelayaran ini tetapi saya hanya bertemu salah satunya saja dan mohon maaf karena saya lupa namanya. Dari saudari kita ini, saya mendapat kesempatan untuk menjelajah seluruh bagian kapal yang bersejarah ini, dari kabin smp ruang makan, dimana ruang makan dipisah untuk keluarga dan yang belum berkeluarga.
Seluruh crew kapal merupakan sukarelawan gabungan dari remaja serta keluarga dari lebih 50 negara, mereka berbagi tugas setiap harinya dan melaksanakan kegiatan mengajar selama pelayaran. Jadi saat berlabuh di sebuah negara akan ada crew dg pakaian asal negara mereka yang akan mengajak ngobrol kita saat kita sedang melihat-lihat buku, mereka akan menanyakan pendapat kita mengenai kapal ini dan mereka akan menerangkan mengenai misi dari kapal Doulos. Kalau anda punya kesempatan mengunjungi kapal ini, sempatkan untuk mengobrol dengan mereka atau sempatkan bertemu dengan saudari kita dari Indonesia. Karena saya secara tidak sengaja bertemu dengan rekan kita ini ketika saya sedang berbincang dengan seorang remaja dari Jepang. Saat saya tanya apakah kapal ini pernah mengunjungi Indonesia, dia langsung memanggil saudari kita ini.
Biasanya kapal akan berlabuh kurang lebih selama 2 minggu di satu negara, dan menjelang akhir kunjungan ada acara pentas seni yang diadakan didalam kapal, siapa saja bisa datang. Saat itu saya tidak bisa datang dikarenakan acaranya diadakan malam hari dan tempat tinggal saya agak jauh dari pelabuhan. Acara nya sendiri menampilkan seni dari berbagai negara yang ditampilkan oleh wakil-wakil negara.
Kalau anda mendapatkan kesempatan berkeliling kapal, maka ada kesempatan pula bagi anda untuk mencicipi masakan kapal, tetapi saat itu saya dengan berat hati harus menolak tawaran makan malam dari saudari kita dikarenakan teman saya agak mabuk laut ha ha ha. Bicara makanan, jenis masakan disesuaikan dengan tempat Doulos berlabuh jadi akan berubah terus. Kokinya sendiri saya sempat dikenalkan berasal dari Italy.
Jadi kalau tempat anda tinggal atau bekerja saat ini mendapat kesempatan dikunjungi oleh kapal ini, jangan sungkan untuk berkunjung dan sapalah saudara kita disana.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kapal ini dan lokasinya saat ini, bisa mengunjungi websitenya di http://www.mvdoulos.org/
Semoga bermanfaat
No comments:
Post a Comment